TPQ saat ini
Syukur Alhamdulillah saya haturkan kepada Allah Swt yang telah melimpahkan segenap rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi yang di adakan oleh Masjid Baitul Muttaqiin.
Terima kasih saya ucapkan kepada Kepala Sekolah dan segenap ustadz yang memberi saya kesempatan untuk mengikuti seleksi tersebut.
Berdasarkan pengamatan yang saya ketahui, saat ini banyak TPQ yang sepi dari suasana mengaji di karenakan banyak murid-muridnya yang ‘mrotoli’( berhenti mengaji).
Banyak faktor yang berpengaruh dalam hal ini antara lain:
1. Hilangnya rasa bangga santri terhadap agama islam
Kemajuan teknologi khususnya di bidang media massa menyebabkan arus budaya dengan mudah masuk ke Indonesia. Budaya ke barat-baratan yang mengedepankan kebebasan dan kemajuan teknologinya sering di anggap sebagai budaya paling maju. Tapi sayang yang di tiru bukan tekniologinya, justru yang ditiru kebiasaan yang negatif seperti berpakaian yang mini, minum-minuman keras, serta narkoba. Banyak tontonan televisi bagaimana cara berpacaran, mencelakakan orang lain, mendapatkan kekayaan dengan cepat, bahkan cara membunuhpun di tayangkan. Dirumah orang tua tidak mengontrol anak dalam menonton televisi daripada bermain dengan teman-temannya apalagi untuk mengaji. Kalau dari kecil sudah tidak pernah di ajari mengaji bagaimana mungkin anak bisa mengenal islam dengan baik, apalagi memiliki rasa bangga terhadap. Pada dasarnya anak akan meniru apa yang di lihatnya. Kalau yang ditonton tontonan yang saya sebutkan di atas, anak akan menjadi egois, agresif, dan mudah menyerah apabila mendapatkan masalah.
2. Orang tua tidak mamperdulikan masalah agama.
Saat ini banyak orang yang memandang agama islam dengan sebelah mata. Agama hanya mereka perlukan saat-saat tertentu, misal: saat kelahiran seseorang, khitanan, pernikahan, dan pernikahan. Sehingga orang tua tidak peduli anaknya mau mengaji apa tidak. Yang penting anak menurut, bisa sekolah tinggi dan bila lulus mendapat pekerjaan yang layak adalah kebanggan orang tua saat ini. Mereka tidak ingat bahwa setelah kematian ada kehidupan.
3. Merasa malu kalau mengaji
Sepanjang yang saya ketahui, para santri kalau sudah kelas tiga SMP sudah jarang mengaji. Alasannya ingin belajar agar bisa lulus ujian. Padahal dengan mengaji justru bisa membuat otak kita lebih fresh setelah seharian di cekoki dengan ilmu dunia, sehinggan dapat meningkatkan prestasi kita. Kalau sudah lama tidak mengaji, ketika sudah lulus ujian dan masuk SMA mereka malu untuk mengaji. Demikian juga keesokan harinya, dan pada akhirnya berhenti mengaji.
Begitulah gambaran TPQ yang saat ini yang saya ketahui. TPQ Baitul Muttaqiin, sepengetahuan saya mempunyai santri/murid yang banyak. Jadi yang diperlikan adalah menjaga keutuhan santri tersebut agar tidak ’mrotoli’. Adapun metode-metode yang bisa di berikan kepada mereka yaitu: 1.Memberikan materi tentang kemajuan peradaban umat islam. Ketika kita memberikan materi ini, maka dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap umat islam, sehingga mereka akan berusaha untuk meneladani rasul maupun salafush shalih. 2. Menanamkan dasar-dasar aqidah yang benar, sebagai pondasi agama. 3. mengajarkan ilmu fiqih sedini mungkin, agar dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Dengan mengetahui yang benar dan yang salah, maka dapat mambentengi anak dari pengaruh budaya barat yang banyak negatifnya.
Namun tidak hanya itu saja yang perlu kita lakukan. Kita juga harus menjalin kerja sama dengan pihak orangtua mendidik anak-anak. Kalau di TPQ ustad yang membimbing dan mendidik anak-anak, maka di rumah orang tualah yang harus mendidik dan menjadi teladan buat anak-anaknya. Tanpa kerja sama yang baik akan sangat sulit untuk mendidik anak-anak menjadi anak yang shalih/shalihah. Dengan kerja sama yang baik kita bisa mengetahui keberadaan anak saat mereka tidak masuk mengaji.
Dan yang terakhir adalah keikhlasan sang guru dalam mengajar dan mendidik. Keikhlasan yang tinggi akan membuat guru lebih sabar dalam menghadapi santri-santri yang terkadang agak bandel. Dengan keikhlasan Insyaallah ilmu yang bermanfaat dapat tersampaikan dengan baik. Semoga Allah meridlai kita dalam menyampaikan ajaran agama ini, sehingga kelak kejayaan islam dapat kita raih kembali.Wallahu’alam bishshawab. Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
By: Dendy Kuncoro